Proposal Riset Edelweiss Bromo Tahun - 1
Description
Edelweiss merupakan bunga endemik dan ikonik Gurung Bromo, sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan. Hal ini menjadikan bunga Edelweiss memiliki nilai ekonomi. Untuk pemenuhan pasar, maka terus dilakukan pengambilan di area habitat asli secara illegal. Berdasarkan hasil observasi, adapun jumlah Bunga Edelweiss yang dipanen dari habitat asli sebanyak >200 tangkai per minggu per orang dengan jumlah penjual souvenir bunga Edelweiss hingga saat ini mencapai >300 orang. Artinya ada >60.000 tangkai bunga Edelweiss per minggu yang keluar dari habitat asli dan telah dilakukan selama puluhan tahun. Hal ini sangat kontradiktif dengan adanya aturan perundang-undangan mengenai perlindungan Bunga Edelweiss (Anaphalis javanica) yang tercantum pada PERMEN LHK RI Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi serta diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang menjelaskan tentang larangan pengambilan di area kawasan dan jika terjadi pelanggaran akan dikenakan sanksi pidana penjara dan denda. Hanya saja masyarakat belum mampu membedakan secara spesies namun hanya mengenal bunga Edelweiss secara umum, tentu ini akan jadi ancaman adanya penurunan jumlah populasi. Selain itu adanya ancaman perubahan iklim ataupun kondisi lingkungan yang dapat terjadi ataupun ancaman bencana alam lain seperti kebakaran hutan dan tanah longsor mempengaruhi pertumbuhan dan populasi bunga Edelweiss. Populasi bunga Edelweiss yang terus menurun akan mengancam keberlanjutan eksistensi suku Tengger dimana bunga ini merupakan sesaji wajib yang ada pada upacara adat dan tidak dapat digantingan oleh bunga apa pun.
Files
Proposal Eksplorasi Jenis di Kawasan TNBTS_UB.pdf
Files
(292.9 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:63aa60a38f3991f91cdfe0601a366ccb
|
292.9 kB | Preview Download |