Mengorbankan HAM dan Demokrasi bukan sebuah alasan untuk Memaklumi Wabah Covid-19
Description
Abstract
This article discusses several things that are violations of Human Rights and Democracy during the Corona Virus Disease 19 pandemic since last December 2019. What sacrifices have been made just to normalize the Corona Virus Disease pandemic? Many things have been victimized, some of which are the Right to the Highest Health Standards, services for the community to obtain PCR test services are still limited, The lack of state preparation and handling has an impact on the uncontrolled spread, transmission, and handling of COVID-19 in the community. Next is the Right to Information. Closing and denying information actually sends the wrong signal and direction to the public, reduces alertness, which can lead to widespread epidemic transmission and exacerbate disasters. Then there is also the Right to Freedom and expectations: the state and spreading fake news. This is a violation of human rights, all statements by citizens criticizing the government's treatment of COVID-19 are legal and protected by law. freedom of expression is an essential aspect and its application must be protected by the state.
Keywords: Human Rights, Sacrifice, Covid-19, Corona Virus Disease.
Abstrak
Artikel ini membahas beberapa hal yang merupakan pelanggaran HAM dan Demokrasi ketika berlangsungnya pandemi Corona Virus Disease 19 ini semenjak bulan Desember 2019 lalu. Pengorbanan apa saja yang telah dilakukan hanya untuk menormalisasi pandemi Corona Virus Disease ini? Banyak hal yang di korban kan, beberapa di antaranya adalah Hak Atas Standar Kesehatan Tertinggi, administrasi untuk masyarakat umum untuk mendapatkan administrasi tes PCR masih dibatasi, Minimnya persiapan dan penanganan negara berdampak pada penyebaran, penularan, dan penanganan COVID19 yang tidak terkendali di masyarakat. Selanjutnya adalah Hak Atas Informasi, Penutupan dan penolakan informasi sebenarnya memberikannsinyalldannarahhyanggsalah kepada publikk, mengurangi kewaspadaann, yangg dapat menyebabkan penularan epidemi yang meluas dan memperburuk bencana. Lalu ada juga Hak Atas Kebebasan dan berekspetasi: negara dan menyebarkannberitaabohongg. Hal ini merupakan pelanggarannHAMM,semua pernyataan warga yang mengkritik perlakuan pemerintah terhadap COVIDD199adalahhsahhdanndilindungiiundang-undang. kebebasannberekspresiimerupakan aspekkesensial dan penerapannya harus dilindungi oleh negara.
Kata kunci: HAM, Pengorbanan, Covid-19,Corona Virus Disease.
Files
Bima Cahyo Priasmoro_1312000004_Mengorbankan HAM dan Demokrasi.pdf
Files
(209.3 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:485f5b58729ec9365ec999042d48fd14
|
209.3 kB | Preview Download |