Conference paper Open Access

Strategi Sintesis dan Peningkatan Kadar Zat Aktif pada Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq. dengan Rekayasa Genetik

Faramayuda, Fahrauk; Sukrasno; Elfahmi; Mariani, Totik Sri

Orthosiphon aristatus (Blume) Miq. merupakan salah satu tanaman obat yang sudah lama dikenal di Indonesia dan menjadi unggulan nasional yang telah diuji klinis oleh BPOM.. Simplisia kumis kucing telah menjadi komoditas ekspor yang utama ke Belanda, Jerman, Perancis, dan Jepang. Pada tahun 2015 Indonesia mengekspor tanaman obat sekitar 3089 ton pada bulan Januari sampai Maret 2014 dan menurun di bulan Januari sampai Maret 2015 yaitu 2682 ton. Komponen metabolit sekunder utama dari kumis kucing adalah sinensetin dan eupatorin. Sinensetin dan eupatorin termasuk ke dalam golongan senyawa flavonoid dan bila diklasifikasikan lebih khusus lagi merupakan senyawa flavon polimetoksi yang dihasilkan oleh jaringan sekretori dan disimpan di bagian dalam atau luar dari kelenjar minyak pada tumbuhan. Flavon polimetoksi memiliki pengaruh dalam proses biokimia dan fisiologi tanaman, mempunyai aktivitas sebagai antioksidan, inhibitor enzim, anti alergi, antiinflamasi, antivirus, antiproliferatif, dan antikarsinogenik. Sampai saat ini Jalur biosintesis senyawa eupatorin dan sinensetin belum pernah dilaporkan, sehingga perlu dirancang review tentang langkah strategi untuk sintesis eupatorin dan meningkatkan kadar sinensetin dengan menggunakan rekayasa genetik. Untuk sintesis eupatorin dilakukan dengan menyusun langkah isolasi gen sf3’h1 lalu diuji aktivitas enzim sf3’h1 pada substrat salvigenin dan untuk meningkatkan kadar sinensetin dilakukan dengan cara meningkatkan overekspresi gen FNSII-2 pada tanaman kumis kucing.

Files (1.3 MB)
Name Size
CFP728.pdf
md5:996c112165a8cf0259cc4e5043d3c97a
1.3 MB Download
86
425
views
downloads
All versions This version
Views 8686
Downloads 425425
Data volume 568.0 MB568.0 MB
Unique views 8383
Unique downloads 387387

Share

Cite as