Analisis Ekonomi dan Daya Dukung Kawasan Ekowisata Pulau Kecil: Studi Kasus Pulau Mahoro Kabupaten Kepulauan Sitaro
Authors/Creators
- 1. Universitas Negeri Manado
- 2. Universitas Sam Ratulangi
Description
Teori ekowisata menyarankan bahwa pembangunan ekonomi dan konservasi sumber daya alam harus sejalan. Dengan demikian, definisi terkinii ekowisata berpusat pada konservasi, pendidikan, etika, keberlanjutan, dampak dan manfaat lokal sebagai variabel utama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji seberapa jauh keuntungan ekonomis dan daya dukung pulau kecil dengan studi kasus di Pulau Mahoro yang potensial dikembangkan untuk wisata bahari pulau kecil dimana sumberdaya pulau tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Kegiatan survey dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Sitaro selama Bulan Agustus – Desember 2011. Analisis daya dukung ditujukan pada pengembangan wisata bahari dengan memanfaatkan potensi sumberdaya pesisir, pantai dan PPK secara lestari. Mengingat pengembangan wisata bahari tidak bersifat mass tourism, mudah rusak dan ruang untuk pengunjung sangat terbatas, maka perlu daya dukung kawasan. Hasil analisis TCM dari responden yang telah melakukan perjalanan ke Pulau Mahoro dan hasil analisis CVM dari responden tentang preferensi terhadap pengembangan wisata bahari Pulau Mahoro. Maka dapat dikatakan bahwa kawasan wisata Pulau Mahoro layak secara ekonomi untuk dapat dikembangkan. Karena nilai ekonomi dari kawasan tersebut masuk dalam kategori untuk itu sebesar Rp 10 421 705.45,- per tahun. Hal yang sama juga berlaku pada pendugaan konsumen surplus individu sebesar Rp 804.14,- per orang per tahun. Demikian pula dengan nilai WTP dari responden setelah di uji dengan metode CVM. Dimana nilai WTP wisatawan Rp 208 440.32 per orang pertahun, dan nilai total WTP dari responden terhadap rencana pengembangan wisata Pulau Mahoro memilki nilai yang cukup untuk itu yaitu sebesar Rp 4 340 033 841.89,- pertahun. Pulau Mahoro membutuhkan pemeliharaan agar daya tarik pesisir sebagai kawasan wisata dapat berkelanjutan. Melalui CVM yang secara langsung bertanya pada wisatawan tentang kesediaan mereka membayar terhadap obyek wisata Pulau Mahoro, dapat digunakan untuk mengestimasi nilai ekonomi dari sumberdaya alam yang berperan sebagai obyek wisata di kawasan tersebut.
Files
Files
(510.2 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:5aa41cdfefb1a548b4fd6483a789d54e
|
510.2 kB | Download |