Published January 7, 2023 | Version v1
Other Open

Mengapa Wajib Vaksin COVID-19 agar sebaiknya dihentikan

Authors/Creators

  • 1. None

Description

Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama dua setengah tahun dan salah satu upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mendorong vaksinasi COVID-19. Langkah ini diharapkan agar memperkuat imunitas masyarakat terhadap COVID-19 melalui tercapainya herd immunity, dan diperkuat dengan diwajibkannya vaksinasi booster dengan cara pembatasan mobilitas dan akses terhadap fasilitas umum kepada anggota masyarakat yang belum menerima vaksinasi booster COVID-19. Namun demikian, vaksin COVID-19 sendiri tidak dapat menghentikan penularan penyakit, dan demikian herd immunity tidak akan tercapai. Tinjauan pustaka pendek ini bertujuan untuk menjabarkan mengapa vaksin dan vaksin booster COVID-19 tidak dapat memenuhi syarat untuk menjadi intervensi kesehatan masyarakat yang baik, termasuk adanya beberapa aspek risiko pada vaksin COVID-19 yang belum dievaluasi secara komprehensif dalam prosedur regulasi dan otorisasi vaksin. Aspek tersebut termasuk risiko vaksin untuk menyebabkan autoimunitas, risiko vaksin untuk bersifat patogenik, risiko vaksin untuk berintegrasi ke dalam DNA sel inang, dan risiko vaksin untuk menyebabkan antibody enhancement of disease (ADE). Mengingat keterbatasan vaksin COVID-19 untuk menghambat penularan dan adanya risiko yang cukup signifikan, maka wajib vaksinasi dan vaksinasi booster COVID-19 agar sebaiknya dihentikan dan hak dan kedaulatan setiap orang untuk memutuskan agar divaksinasi atau tidak divaksinasi agar dihormati sebagaimana mestinya.

Files

Mengapa wajib vaksin sebaiknya dihentikan_wo_20221019.pdf

Files (421.4 kB)