Published June 30, 2022 | Version 1.00

PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DI LINGKUNGAN MTs N 3 PANDEGLANG

Authors/Creators

  • 1. Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pandeglang

Description

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pemertahanan bahasa Sunda di Kecamatan Cibaliung khususnya di lingkungan MTs N 3 Pandeglang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sinkronis. Objek penelitian ini adalah civitas academica MTs N 3 Pandeglang yang terdiri atas tenaga pendidik, kependidikan, dan siswa. Instrumen yang digunakan dalam penlitian ini berupa angket yang berisi 2 indikator yakni pengunaan bahasa dan sikap bahasa yang diperkuat dengan metode wawancara dan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Sunda dalam ranah keluarga, ranah pendidikan, dan ranah masayarakat masih digunakan oleh civitas academica dalam kesehariannya. Mereka lebih bangga menggunakan bahasa daerah (Sunda) dalam setiap aktivitasnya.

Files

6.+(Hendri+Pradiyanto_Pemertahanan+Bahasa+Sunda+Final+Fix)+94--107.pdf

Files (326.5 kB)

Additional details

References

  • Pateda, Mansoer. (2001). Sosiolinguistik. Gorontalo: Viladan.
  • Rusyana, Yus. (1989). Perihal Kedwibahasaan (Bilingualisme). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Saifudin, Muhamad Fakhrur dan Ganis Amurdawati. (2019). Kajian Etnolinguistik:eksistensi bahasa daerah dalam pembelajaran disekolah dasar. Seminar nasional pagelaran pendidikan dasar nasional (ppdn).
  • Sumarsono. (1993). Pemertahanan Bahasa Melayu Loloan di Bali. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
  • Syafriyani, Alfi. (2017). Pemertahanan Bahasa Jawa dialek Banten pada guyub tutur di Kelurahan Sumur Pecung Serang. Alturas.
  • Taufik, M., Yuliana, R., VY, I. A., Kuswati, M., Rizhyalita, A., & Anggara, S. (2017). Bahasa Daerah Sebagai Mother Language Dalam Upaya Penguatan Kearifan Lokal Identitas Banten Di Kota Serang. Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia).
  • Widodo, Supriyanto. (2005). "Pemertahanan Bahasa Nafri." Persidangan Linguistik Asean III. Jakarta: Pusat Bahasa