Operator Laplacian Melalui Persamaan Finite Difference Untuk Tapis Spasial Sharpening Citra
Description
Konsep tapis citra berawal dari penggunaan alihragam Fourier untuk mengalihragam isyarat dari kawasan waktu ke kawasan frekuensi untuk dilakukan proses penapisan. Proses penapisan secara umum adalah proses untuk meloloskan kandungan frekuensi dalam rentang nilai
tertentu dan memotong kandungan frekuensi dalam rentang lainnya. Berdasar rentang nilai frekuensi ini jenis tapis terbagi atas tapis lolos bawah (low-pass atau smoothing), lolos tengah (band-pass atau unsharp), dan lolos atas (high-pass atau sharpening). Dalam citra proses ini dapat dilakukan di kawasan frekuensi sehingga disebut tapis frekuensi, dan dapat juga diterapkan di kawasan spasial sehingga di sebut tapis spasial. Penerapan tapis spasial citra menggunakan suatu operator, kedok, kernel , atau jendela yang berukuran panjang dan lebar tertentu, dan proses penapisan dilakukan melalui operasi konvolusi antara operator dan piksel-piksel saling bertetangga dalam citra. Penelitian ini mengusulkan operator Laplacian yang diperoleh melalui perhitungan persamaan finite difference (beda hingga) untuk melakukan tapis spasial sharpening pada citra masukan. Hasil perhitungan tersebut menghasilkan operator Laplacian yang isotropis pada sudut putar elemen 90° dan 45°. Penerapan operator ini untuk tapis sharpening beberapa citra tester menghasilkan citra keluaran dengan tepi objek tegas dan detil area objek sangat minim. Selain itu, oeprator Laplacian dengan sudut putar 90° menghasilkan area objek yang lebih halus.
Files
09-Mahandia Vol. 6 No. 2 Agustus 2022.pdf
Files
(592.3 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:fb4c53201743c4beb17259d2ef133165
|
592.3 kB | Preview Download |