KIDUNG PUPUH JERUM PADA RITUAL HINDU BALI DALAM MENGUSIR AURA NEGATIF DI JAMAN COVID -19 PERSEFEKTIF : BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA
Description
Di zaman modern saat ini, sekelompok penyanyi yang sudah teratur dalam metembang bahkan merupakan suatu profesinya sendiri disebut sekaa pesantian. Kegiatan nembang sangatlah penting karena mempunyai fungsi dan makna untuk kepentingan ritual seperti, upacara panca yadnya dalam agama Hindu. Berdasarkan kepercayaan orang Bali dengan nembang aura negative (buruk) bisa berubah positif (baik). Seperti ritual bhuta yadnya (caru/taur) syair-syair kekidungan memakai pupuh Jerum, bentuk dan fungsinya bersifat mengundang atau memanggil para aura-aura yang ada disegala arah. Hal tersebut mengandung makna agar aura-aura yang ada disegala penjuru arah tidak membawa keburukan, dengan ritual taur dan kekidungan aura akan berubah menjadi positif hingga terindar dari virus covid-19. Penelitian ini mempunyai manfaat yang sangat penting sekali, penulis akan mencoba mengungkap tentang; bentuk, fungsi, dan makna kekidungan Pupuh Jerum. Dengan mengungkap masalah tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif serta beberapa teori dalam melengkapi penelitian ini.
Files
(4) 1877-Article Text-6732-1-2-20220419.pdf
Files
(368.2 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:0b22a3747406bc4d6d0e484703edb1c1
|
368.2 kB | Preview Download |