Pentingnya Mempelajari Strategi Pembelajaran Agar Tercapainya Suatu Pembelajaran yang Efektif
Description
Abstrak
Pentingnya mempelajari strategi di dalam pembelajaran sejarah karena strategi ini memiliki makna sebagai perencanaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengatur suatukegiatan interaksi di antara peserta didik, pendidik, serta media/sumber belajar agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang sudah di tetapkan agar dapat tecapai. Di dalam suatu strategi ini ada terdapat beberapa komponen yang terlibat di dalam pembelajaran,seperti peserta didik, pendidik, serta media dan sumber belajar. Tercapainya dari tujuan-tujuan pembelajaran sejarah di SMA sangatlah bergantung kepada bagaimana seorang guru di dalam memulinya dengan membuat suatu perencanaan pembelajaran yang matang. Perencanaa memiliki peran penting di dalam tercapainya panduan yang dilakukan oleh seorang guru yang berperan sebagai pendidik dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari peserta didiknya, perencanaan ini juga merupakan sebagai langkah awal sebelum terjadinya pembelajaran berlangsung. Perencanaan ini merupakan suatu penolong bagi tercapainya suatu sasaran yang menjadi lebih ekonomis, tepat waktu serta memberikan adanya peluang agar lebih mudah melakukan pengontrolan suatu monitor di dalam pelaksanaannya. Media memiliki cakupan yang sangat luas dari semua alat yang dapat membantu di dalam proses suatu pembelajaran adalah yang disebut sebagai media, yang termasuk seorang pendidik itu sendiri. Di dalam rangka untuk menyiapkan pembelajaran yang berbasis kreatif yang berlandaskan pada paradigma learning, paradigma learning ini merupakansuatu visi pendidikan yang menuju kepada abad ke-21 yang merupakan sebuah visiyang berasal dari UNESCO. Di dalam visi ini terbagi menjadi empat seperti learning to know, learning to do, learning to live together, serta learning to be. Panndangan ini oleh UNESCO sangan perlu di tetapkan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang perludi terapkan di dalam menyiapkan suatu generasi yang muda di dalam memasuki pada abadk ke-21ini yang pada hakikatnya merupakan sebuah pendekatan belajar yang pada dasarnyat telahdi perkenalkan oleh para tokoh-tokoh pemikir pendidikan yang bermula sejak awala abadke-20.
Files
Eka Safitri-UTS-Strategi.pdf
Files
(238.3 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:eadd8da400a0c551bc072854d2ecd287
|
238.3 kB | Preview Download |
Additional details
References
- Abstrak Pentingnya mempelajari strategi di dalam pembelajaran sejarah karena strategi ini memiliki makna sebagai perencanaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengatur suatukegiatan interaksi di antara peserta didik, pendidik, serta media/sumber belajar agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang sudah di tetapkan agar dapat tecapai. Di dalam suatu strategi ini ada terdapat beberapa komponen yang terlibat di dalam pembelajaran, seperti peserta didik, pendidik, serta media dan sumber belajar. Tercapainya dari tujuan- tujuan pembelajaran sejarah di SMA sangatlah bergantung kepada bagaimana seorang guru di dalam memulinya dengan membuat suatu perencanaan pembelajaran yang matang. Perencanaa memiliki peran penting di dalam tercapainya panduan yang dilakukan oleh seorang guru yang berperan sebagai pendidik dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari peserta didiknya, perencanaan ini juga merupakan sebagai langkah awal sebelum terjadinya pembelajaran berlangsung. Perencanaan ini merupakan suatu penolong bagi tercapainya suatu sasaran yang menjadi lebih ekonomis, tepat waktu serta memberikan adanya peluang agar lebih mudah melakukan pengontrolan suatu monitor di dalam pelaksanaannya. Media memiliki cakupan yang sangat luas dari semua alat yang dapat membantu di dalam proses suatu pembelajaran adalah yang disebut sebagai media, yang termasuk seorang pendidik itu sendiri. Di dalam rangka untuk menyiapkan pembelajaran yang berbasis kreatif yang berlandaskan pada paradigma learning, paradigma learning ini merupakan suatu visi pendidikan yang menuju kepada abad ke-21 yang merupakan sebuah visi yang berasal dari UNESCO. Di dalam visi ini terbagi menjadi empat seperti learning to know, learning to do, learning to live together, serta learning to be. Panndangan ini oleh UNESCO sangan perlu di tetapkan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang perlu di terapkan di dalam menyiapkan suatu generasi yang muda di dalam memasuki pada abad ke-21 ini yang pada hakikatnya merupakan sebuah pendekatan belajar yang pada dasarnya telah di perkenalkan oleh para tokoh-tokoh pemikir pendidikan yang bermula sejak awal abad ke-20.
- PENDAHULUAN Pentingnya mempelajari strategi di dalam pembelajaran sejarah karena strategi ini memiliki makna sebagai perencanaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengatur suatukegiatan interaksi di antara peserta didik, pendidik, serta media/sumber belajar agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang sudah di tetapkan agar dapat tecapai. Di dalam suatu strategi ini ada terdapat beberapa komponen yang terlibat di dalam pembelajaran, seperti peserta didik, pendidik, serta media dan sumber belajar. Alasan lain dari pentingnya mempelajari strategi di dalam pembelajaran sejarah adalah karena di dalam strategi ini memuat model pembelajaran yang akan di ajarkan kepada peserta didik dimana model ini berisi mengenai keseluruhan dari aktivitas di dalam proses pembelajaran, selain itu ada juga metode dimana metode ini berisi mengenai langkah spesifik yang terjadi di dalam proses transfer informasi. Walaupun tidak ada kesepakatan yang tegas mengenai bagaimana posisi antara komponen tersebut, tetapi perlu diketahui bahwa baik model, pendekatan, teknik dan metode ini akan selalu ada di dalam tahap-tahap pembelajaran. Lalu secara garis besar strategi pembelajaran dapat di definisikan sebagai suatu serangkaian tindakan dari suatu perencanaan yang telah mencakup pengaturan cara di dalam penyampaian materi ajar, lalu bagaimana cara memaksimalkan kemampuan belajar yang dilakukan ole peserta didik, bagaimana cara menggunakansumberdaya yang tesedia, adanya pengaturan terhadap materi ajar serta evaluasi hasil belajar yang sudah tersusun di dalam suatu desain pembelajaran.
- STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM SIKLUS PEMBELAJARAN Tercapainya dari tujuan-tujuan pembelajaran sejarah di SMA sangatlah bergantung kepada bagaimana seorang guru di dalam memulinya dengan membuat suatu perencanaan pembelajaran yang benar-benar sudah terencana serta tersusun dengan rapi. Perencanaan ini memiliki peran yang begitu penting di dalam tercapainya suatu panduan yang akan dilakukan oleh seorang guru yang berperan sebagai seorang pendidik dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari peserta didiknya, perencanaan ini juga merupakan sebagai langkah awal sebelum terjadinya suatu pembelajaran yang sedang berlangsung. Perencanaan ini merupakan suatu penyelamat atau penolong bagi tercapainya suatu sasaran yang menjadi lebih ekonomis, tepat waktu serta memberikan adanya peluang dengan tujuan agar lebih mudah di dalam melakukan suatu pengontrolan terhadap suatu monitor di dalam melakukan pelaksanaannya. Tidak hanya pembelajaran yang matang, akan tetapi hal ini juga bergantung kepada bagaimana seorang guru di dalam mengimplementasikan perencanaan ini yang telah ia buat. Perlu diketahui bahwa suatu perencanaan yang telah dibuat merupakan hal yang harus di laksanakan dengan semaksimal mungkin. Selain membuat perencanaan guru juga harus membuat bagaimana strategi agar pembelajaran yang ia lakukan bisa diterima bahkan bisa di tengkap dengan mudah oleh peserta didik. Oleh sebab itu seorang pengajar harus pandai di dalam membuat strategi, seperti seorang guru harus menguasai materi yang akan ia ajarkan secara matang, adanya pesiapan yang telah ia buat seperti media yang cukup, serta melakukan pengelolaan kelas yang baik. (Muthohharoh, 2014:22-25)
- Di dalam suatu konteks pembelajaran media di definisikan sebagai suatu alat bantu di dalam melakukan proses pembelajaran oleh seorang guru kepada peserta didiknya, hal ini telah menandakan bahwa dari segala jenis yang ada seperti alat elektronik ataupun non elektronik bisa disebut sebagai media atau alat bantu dengan syarat bahwa metode tersubut harus mampu untuk menyampaikan informasi mengenai pembelajaran agar mudah diterima oleh peserta didik yang ia ajar. Media ini memiliki cakupan yang sangat luas dari semua alat yang dapat membantu di dalam proses suatu pembelajaran yang biasa disebut sebagai media, yang termasuk juga seorang pendidik itu sendiri. Digunakannya suatu bantuan dari berbagai bentuk alat komunikasi seperti audio, visual, maupun audio-visual, selain itu ada juga seorang pengajar yang menggunakan film dukumenter dimana film ini berisi mengenai hal-hal yang merupakan bagian dari media yang menampilkan suatu objek/gambar yang bergerak yang disertai dengan efek suara dari audio-visual, film dukumenter ini dibuat berdasarkan dengan suatu fakta-fakta yang menggambarkan sesuatu keadaan atau suatu realita, hal ini bertujuan sebagai alat bantu yang digunakan oleh seorang pengajar dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada para peserta didiknya. Tujuan di gunakannya suatu media di dalam pembelajaran agar mampu menyederhanakan suatu yang terbilang rumit agar peserta didik mudah di dalam memahami suatu pembelajran yang diberikan oleh seorang pengajar serta agar dapat membuat apa yang telah seorang pengajar jelaskan menjadi hal yang nyata atau bisa disebut mengkonkritkan terhadap sesuatu yang abstrak tentu saja hal ini memiliki tujuan agar peserta didik dapat memahaminya atau juga mudah di dalam memahaminya. Yang pada dasarnya guru sejarah sering melakukan pembelajaran dengan menerapkan suatu metode konvensional seperti ceramah, diskusi dan adanya penugasan serta menggunakan media bantu seperti power point. Hal ini dipecaya dapat berpengaruh terhadap respon dari peserta didik serta hal ini juga akan terkesan seperti membosankan yang membuat para peserta didik akan kurang memperhatikan di dalam penyampaian materi yang dilakukan oleh seorang pengajar. Oleh sebab itu, adanya keterkaitan diantara perencanaan pembelajaran dengan strategi dimana hal tersebut bisa dilihat melalui bagaimana suatu strategi pembelajran akan bejalan dengan sesuai rencana atau akan tersampaikan dengan baik dikarenakan di buatnya suatu perencanaan agar strategi pebelajaran dapat menggunakan perencanaan sebagai acuan bagi tercapainya suatu strategi pembelajaran, adanya suatu perencanaan ini juga akan membuat strategi pembelajaran berjalan sesuai dengan ketentuan yang sudah di buat dan juga akan terstruktur. (Susanto, H., Irmawati, I., Akmal, H., & Abbas, E. W, 2021: 66-67)
- PEMBELAJARAN SEJARAH ABAD 21 Di dalam rangka untuk menyiapkan pembelajaran yang kreatif serta yang berlandaskan kepada suatu paradigma berbasis learning, paradigma learning ini merupakan suatu visi pendidikan yang menuju kepada abad ke-21 yang merupakan sebuah visi yang berasal dari UNESCO. Pandangan ini oleh UNESCO sangat perlu di tetapkan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang perlu di terapkan di dalam menyiapkan suatu generasi yang berguna yang ditujukan untuk anak muda di dalam memasuki pada abad ke-21 ini, yang pada hakikatnya merupakan sebuah pendekatan belajar yang pada dasarnya telah di perkenalkan oleh para tokoh-tokoh pemikir pendidikan yang sudah bermula sejak awal abad ke-20. Di dalam suatu dunia pendidikan guru memiliki suatu peran yang penting di dalam proses melakukan suatu pembelajaran kepada peserta didiknya. Adanya kemampuan yang telah dimiliki atau telah dikuasai oleh seorang guru di dalam melaksanakan suatu kegitan belajar mengajar. Dimana seorang guru harus memiliki berbagai faktor-faktor yang sudah dianggap penting yang memiliki tujuan unuk terencapainya suatu tujuan pendidikan yang diinginkan oleh guru terhadap peserta didiknya. Diketahui bahwa secara umum seorang guru yang bertugas di dalam mengembangkan suatu kemampuan yang dimliki oleh peserta didik yang perlu dilakukan secara optimal di dalam aspek yang disebut sebagai aspek kognitif, afektif serta psikomotorik. Adanya berbagai masalah yang telah dihadapi oleh peserta didik karena ada berbagai macam guru seperti ada yang hanya terpaku kepada suatu metode pengajaran yang disebut sebagai konvensional atau bisa juga disebut seperti ceramah, Tanya jawab serta diskusi, hal-hal inilah yang membuat suatu pembelajaran akan menjadi terkesan membosankan serta tidak menyenangkan. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu metode baru di dalam pengajaran kepada pserta didik, seperti pada pembelajaran sejarah agar tercapai dengan baik maka harus ada metode yang digunakan yang akan di ajarkan tentu harus berdasarkan kepada hal-hal yang sangat erat kaitannya dengan suatu kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh peserta didik tersebut agar tercapainya suatu pembelajaran yang akan lebih berarti serta akan menjadi menyenangkan bagi para peserta didik yang akan mudah di ingat serta menyenangkan tanpa harus adanya suatu rasa yang akan membuat mereka tertekan. Adanya penerapan metode pembelajaran berbasis Hypnoteaching melalui mind mapping yang bertujuan untuk menjadikan sebagai suatu kebiasaan seorang pendidik yang memiliki metode yang konvensional serta otoriter yang akan menjadi sebuah fasilitator atau merupakan layaknya suatu pembelajaran yang bertujuan akan menjadi lebih efektif, tanpa beban serta menyenangkan. (Prawitasari, M. 2015:145-147)
- Adanya penerapan metode pembelajaran berbasis Hypnoteaching melalui mind mapping yang bertujuan untuk menjadikan sebagai suatu kebiasaan seorang pendidik yang memiliki metode yang konvensional serta otoriter yang akan menjadi sebuah fasilitator atau merupakan layaknya suatu pembelajaran yang bertujuan akan menjadi lebih efektif, tanpa beban serta menyenangkan. Seperti adanya metode pembelajaran Hypnoteaching dan Mind Mapping, di dalam metode pembelajaran berbasis Hypnoteaching ini biarpun pada awalnya dianggap sebagai hal negatif terhadap hypnosis. Akan tetapi hipnosis ini pada dasarnya tidak lah selalu berkonotasi kepada hal yang negatif. Hipnosis ini merupakan suatu hal yang bisa dibuktikan bahkan lagi bisa dengan secara ilmiah. Di dalam dunia pendidikan hipnosis ini dikenal sebagai Hypnoteaching. Adanya penyajian materi dengan menggunakan metode Hypnoteaching ini menyajikan yang berisi berbagai materi di dalamnya berupa pelajaran yang menggunakan dari bahasa-bahasa di alam bawah sadar atau juga memberikan suatu sugesti-sugesti yang positif. Lalu yang selanjutnya ada metode pembelajaran berbasis Mind Mapping, metode ini merupakan metode dengan cara mencatat dengan kreatif, efektif, lalu memetakan pikiran kita secara menarik, serta mudah dan berdaya guna. Lalu di dalam International Journal for the scholarship of Teaching and Learning yang merupakan terbitan dari Georgia Southern University oeh seorang yang bernama Nesbit dan Adesope, yang berisi pegertian mengenai mind map,yaitu: Mind map merupakan alat di dalam membantu peserta didik di dalam mempelajari berbagai informasi, lalu mengolahnya, serta mengorganisasikan dan memasukkan gambar-gambar lalu mewarnainya. Peta akan terlihat lebih kecil ekstrinsik yang membuat kognitif karena peserta didik membuat suatu tempat dua dimensi yang akan menghubungkan ide dengan konsep yang berkaitan. Maka dari itu, setelah dilihatnya dari teori tersebut dibuatlah suatu kesimpulan yang berisi bahwa metode mind mapping ini atau bisa disebut sebagai peta pikiran ini merupakan suatu metode dimana pengulangan di dalam suatu bentuk rangkuman atau catatan yang ditata dengan cara kreatif, efektif, serta menjadi hal yang menyenangkakan dari sebuah suatu materi yang bertujuan untuk keperluan di dalam berfikir serta belajar dengan didasarkan kepada cara kerja otak kita. (Prawitasari, M. 2015:147-150)
- SIMPULAN Alasan dari pentingnya mempelajari strategi di dalam pembelajaran sejarah adalah karena di dalam strategi ini memuat model pembelajaran yang akan di ajarkan kepada peserta didik dimana model ini berisi mengenai keseluruhan dari aktivitas di dalam proses pembelajaran, selain itu ada juga metode dimana metode ini berisi mengenai langkah spesifik yang terjadi di dalam proses transfer informasi. Perencanaa memiliki peran penting di dalam tercapainya panduan yang dilakukan oleh seorang guru yang berperan sebagai pendidik dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari peserta didiknya, perencanaan ini juga merupakan sebagai langkah awal sebelum terjadinya pembelajaran berlangsung. Perencanaan ini merupakan suatu penolong bagi tercapainya suatu sasaran yang menjadi lebih ekonomis, tepat waktu serta memberikan adanya peluang agar lebih mudah melakukan pengontrolan suatu monitor di dalam pelaksanaannya. Di dalam suatu konteks pembelajaran media di definisikan sebagai suatu alat bantu di dalam mengajar. Media memiliki cakupan yang sangat luas dari semua alat yang dapat membantu di dalam proses suatu pembelajaran adalah yang disebut sebagai media, yang termasuk seorang pendidik itu sendiri. Di dalam rangka untuk menyiapkan pembelajaran yang berbasis kreatif yang berlandaskan pada paradigma learning, paradigma learning ini merupakan suatu visi pendidikan yang menuju kepada abad ke-21 yang merupakan sebuah visi yang berasal dari UNESCO. Di dalam visi ini terbagi menjadi empat seperti learning to know, learning to do, learning to live together, serta learning to be. Panndangan ini oleh UNESCO sangan perlu di tetapkan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang perlu di terapkan di dalam menyiapkan suatu generasi yang muda di dalam memasuki pada abad ke-21 ini yang pada hakikatnya merupakan sebuah pendekatan belajar yang pada dasarnya telah di perkenalkan oleh para tokoh-tokoh pemikir pendidikan yang bermula sejak awal abad ke-20. Seperti adanya metode pembelajaran Hypnoteaching dan Mind Mapping, di dalam metode pembelajaran berbasis Hypnoteaching ini biarpun pada awalnya dianggap sebagai hal negatif terhadap hypnosis. Akan tetapi hipnosis ini pada dasarnya tidak lah selalu berkonotasi kepada hal yang negatif. Hipnosis ini merupakan suatu hal yang bisa dibuktikan bahkan lagi bisa dengan secara ilmiah. Lalu yang selanjutnya ada metode pembelajaran berbasis Mind Mapping, metode ini merupakan metode dengan cara mencatat dengan kreatif, efektif, lalu memetakan pikiran kita secara menarik, serta mudah dan berdaya guna.