Analisis Perilaku Pemakaian Tabir Surya Berdasarkan Warna Kulit
Description
Paparan sinar UV pada kulit dapat mengakibatkan eritema dan kulit terbakar, warna kulit menjadi hitam, penuaan kulit, dan kanker kulit. Pekerjaan juga merupakan salah satu penyebab seringnya seseorang terpapar sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara warna kulit pekerja terhadap perilaku pemakaian tabir surya.
Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang pada pekerja HSE CenterPertamina Palembang dengan besar sampel 134 orang. Subjek penelitian diminta mengisi kuesioner lalu dianalisis dengan uji Chi Square.
Pekerja di Pertamina HSE Training Center mempunyai warna kulit terang (9,0%) dan kulit gelap (91,0%). Pekerja di Pertamina HSE Training Center yang mempunyai perilaku baik dalam hal pemakaian tabir surya sebesar 14,2%, perilaku cukup sebesar 3,7%, dan perilaku kurang sebesar 82,1%. Nilai p untuk hubungan antara persepsi warna kulit dan perilaku pemakaian tabir surya adalah 0,000 (p<0,05).
Alasan yang mungkin menyebabkan pekerja dengan persepsi warna kulit terang memiliki perilaku lebih baik dalam hal pemakaian tabir surya adalah karena sinar UV dapat mengubah warna kulit mereka menjadi lebih gelap sehingga pemakaian tabir surya diharapkan dapat menjaga warna kulit mereka.
Terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi warna kulit terang dengan perilaku penggunaan tabir surya yang baik pada pekerja.
Files
127-314-1-PB.pdf
Files
(105.7 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:3bbe7f5ffd3f78f1a8203d9baf71a3ea
|
105.7 kB | Preview Download |