Aktivisme Digital Publik Sebagai Bentuk Protes Terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Di Indonesia
Authors/Creators
Description
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto pada tahun 2025 merupakan kebijakan strategis untuk mengatasi permasalahan gizi seperti stunting dan malnutrisi di Indonesia. Namun, pelaksanaannya memicu berbagai respon publik, khususnya dalam bentuk gerakan protes di media sosial. Fenomena ini menjadi penting dikaji mengingat sosial media kini berfungsi sebagai ruang baru dalam pembentukkan opini publik sekaligus arena kontestasi kebijakan. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya kritik terhadap MBG yang tidak hanya menyoroti aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga menyentuh isu transparansi anggaran, prioritas kebijakan, dan kepercayaan terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika gerakan protes media sosial terhadap MBG serta dampaknya terhadap legitimasi kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, melalui pengumpulan data dari platform media sosial Tiktok, Instagram, dan X menggunakan pendekatan aktivisme digital. Temuan awal menunjukkan bahwa protes di media sosial berkembang secara masif dan terorganisir secara longgar, dengan narasi utama terkait pemborosan anggaran, ketidaktepatan sasaran, serta potensi korupsi. Kajian ini menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran signifikan dalam membentuk diskursus publik dan tekanan politik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, transparansi dan komunikasi publik yang efektif menjadi kunci dalam menjaga legitimasi kebijakan.