Mafia Tanah dan Konflik Agraria Perkotaan Indonesia: Anatomi Politik Ruang
Authors/Creators
Description
Bayangkan sebuah negeri yang subur dan luas, namun di baliknya tanah justru menjadi arena pertarungan paling senyap sekaligus paling berdarah. Buku ini membuka babak pertamanya dengan mengurai kerangka konseptual tentang tanah, kekuasaan, dan politik ruang, mengajak pembaca memahami bahwa sengketa agraria bukan sekadar soal sertifikat, melainkan pertaruhan atas siapa yang berhak menguasai masa depan. Perjalanan berlanjut menembus lorong sejarah panjang konflik agraria dan regulasi pertanahan Indonesia, dari warisan hukum kolonial hingga reformasi yang tak kunjung tuntas. Pada bagian paling mendebarkan, buku ini membedah anatomi mafia tanah secara gamblang: modus operandi, aktor-aktor di baliknya, hingga jaringan yang merentang dari desa hingga meja birokrasi. Pembaca kemudian diajak menilik sepak terjang Satuan Tugas Anti-Mafia Tanah sejak 2018, lengkap dengan capaian yang membanggakan sekaligus tantangan yang masih menganga. Setiap babnya ditulis bagai membuka lapis demi lapis misteri, memadukan data, teori, dan fakta lapangan yang jarang terungkap ke publik. Gaya penulisannya tegas namun reflektif, menempatkan pembaca sebagai penyelidik yang diajak menelusuri jejak kekuasaan di balik selembar sertifikat tanah. Empat bab pertama ini menjadi fondasi kokoh sebelum pembaca melangkah ke babak berikutnya yang jauh lebih menegangkan.
Babak berikutnya membawa pembaca menyelami konflik agraria paling menyita perhatian publik: Rempang, Wadas, Kinipan, dan Dago Elos, empat wajah perlawanan rakyat yang berbeda namun berakar pada persoalan yang sama. Dari sana, narasi bergeser ke jantung kota-kota besar Indonesia, mengungkap bagaimana mafia tanah perkotaan dan land grabbing korporasi mengubah kampung menjadi lahan investasi tanpa ampun. Buku ini kemudian menantang klaim keberhasilan reforma agraria dengan bertanya jujur: benarkah janji itu telah menjadi kenyataan, atau sekadar retorika politik belaka? Sebagai penutup yang menggugah, bab terakhir menawarkan peta jalan reformasi tata kelola pertanahan Indonesia menuju 2030, penuh optimisme namun tetap berpijak pada realitas. Daya tarik buku ini terletak pada keberaniannya memadukan analisis akademik tajam dengan narasi studi kasus yang hidup dan menggugah emosi. Setiap bab terasa seperti babak dalam sebuah drama besar tentang keadilan, kekuasaan, dan ruang hidup manusia Indonesia. Buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memahami mengapa tanah, sesuatu yang seharusnya menghidupi, justru kerap menjadi sumber konflik paling pelik di republik ini. Inilah undangan untuk berpikir kritis, sekaligus berempati, terhadap wajah agraria Indonesia yang sesungguhnya.
Files
BUKU MAFIA TANAH PERKOTAAN.pdf
Additional details
Dates
- Accepted
-
2026-09-20