Published June 3, 2026 | Version v1

Evaluasi Keberlanjutan Usaha Startup Kreatif Digital Melalui Pendekatan Business Model Canvas

Description

Pertumbuhan ekosistem startup kreatif digital di Indonesia mengalami akselerasi signifikan pascapandemi, namun tingkat kegagalan usaha dalam tiga tahun pertama masih mencapai lebih dari 60%. Minimnya kerangka perencanaan bisnis yang terstruktur menjadi faktor utama kerapuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberlanjutan usaha startup kreatif digital di Kota Gorontalo menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) sebagai instrumen diagnostik strategis. Pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif diterapkan dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada 72 pelaku startup kreatif digital, dilengkapi wawancara mendalam terhadap 10 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keberlanjutan BMC keseluruhan adalah 3,68 dari skala 5, dengan blok Value Propositions (4,35) dan Key Activities (4,18) sebagai yang terkuat, sementara blok Key Partnerships (3,20) menjadi titik lemah utama. Startup yang menerapkan BMC secara penuh menunjukkan pertumbuhan pendapatan rata-rata 171% dalam 12 bulan, jauh melampaui proyeksi tanpa BMC (39%) dan pertumbuhan UMKM konvensional (21%). Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka evaluasi keberlanjutan startup digital berbasis BMC yang dapat diadaptasi untuk konteks kota-kota berkembang di Kawasan Timur Indonesia.

Files

Evaluasi_Keberlanjutan_Usaha_Startup_Kreatif_Digital_Melalui_Pendekatan.pdf

Files (554.3 kB)

Additional details

Dates

Created
2026-06-03

References

  • Clauss, T., Kraus, S., Kallinger, F. L., Bican, P. M., Brem, A., & Kailer, N. (2021). Organizational ambidexterity and competitive advantage: The role of strategic agility in the exploration-exploitation paradox. Journal of Innovation & Knowledge, 6(4), 203–213. https://doi.org/10.1016/j.jik.2020.07.003
  • Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Gorontalo. (2023). Data startup dan usaha kreatif digital terdaftar Kota Gorontalo 2023. Pemkot Gorontalo.
  • Flew, T. (2022). Creative industries: Theory, policy and practice (3rd ed.). Bloomsbury Academic.
  • Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja ekonomi kreatif Indonesia 2023. Kemenparekraf.
  • Massa, L., Tucci, C. L., & Afuah, A. (2017). A critical assessment of business model research. Academy of Management Annals, 11(1), 73–104. https://doi.org/10.5465/annals.2014.0072
  • Nugroho, A., & Wulandari, R. (2022). Strategi monetisasi startup konten digital di Indonesia: Analisis Business Model Canvas. Jurnal Manajemen Teknologi, 21(3), 201–220. https://doi.org/10.12695/jmt.2022.21.3.4
  • Nunnally, J. C. (1978). Psychometric theory (2nd ed.). McGraw-Hill
  • Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. Wiley.
  • Pratama, D., Syarief, R., & Maulana, A. (2023). Korelasi kelengkapan Business Model Canvas dengan keberhasilan pendanaan awal startup digital di Sulawesi Selatan. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, 16(1), 45–62. https://doi.org/10.23969/jrbm.v16i1.6124
  • Prasetyo, H., & Fadhilah, L. (2023). Dinamika dan tantangan sektor kuliner UMKM pasca-pandemi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 26(1), 45–62. https://doi.org/10.24914/jeb.v26i1.4891
  • Rahmadani, S., & Kurniawan, T. (2022). Determinan kelangsungan usaha startup digital pasca-dua tahun operasi: Bukti dari Bandung. Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis, 27(2), 88–107. https://doi.org/10.20961/jkb.v27i2.58913
  • Startup Genome. (2023). Global startup ecosystem report 2023. Startup Genome LLC.
  • Teece, D. J., Pisano, G., & Shuen, A. (1997). Dynamic capabilities and strategic management. Strategic Management Journal, 18(7), 509–533. https://doi.org/10.1002/smj.4250180798
  • Wardhana, A., Suryadi, E., & Rahayu, W. (2022). Community-based BMC mentoring and its effect on SME revenue in West Java. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 22(1), 1–18. https://doi.org/10.23960/jbm.v22i1.255