Published April 28, 2026 | Version v1
Book Restricted

Boundary Objects: Mengapa Posisi Antarmuka Lebih Berkuasa daripada Pusat Sistem

Authors/Creators

  • 1. Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor (Kabekraf)

Description

Buku ini berargumen bahwa posisi paling berkuasa dalam sistem mana pun bukan di pusat, melainkan di antarmuka antara dua sistem. Berangkat dari sosiologi sains Susan Leigh Star dan James Griesemer (1989) tentang boundary objects, structural holes Ronald Burt (1992), dan diferensiasi fungsional Niklas Luhmann (1984), penulis memformalisasi empat mekanisme kekuasaan antarmuka: asimetri penerjemahan, plastisitas identitas, arbitrase informasi, brokerage legitimasi. Lima belas studi kasus diuraikan secara forensik. Posisi historis: comprador Kanton 1760-1842, janissary devshirme Ottoman, court jew Habsburg, dragoman Phanariot, perantara Tionghoa Banten di teluk VOC dan Sultan. Posisi modern: manajer menengah, product manager, konsultan strategi kelas McKinsey, venture capital, petugas pengadaan. Artefak antarmuka: spesifikasi engineering, kontrak, standar ISO, mata uang, API. Penulis menulis dari pengalaman menjalankan tiga perusahaan operasional di industri pompa distribusi, engineering services, dan kerajinan kulit handmade selama lebih dari satu dekade, dan dari pengalaman langsung menempati beberapa posisi antarmuka yang dianalisis. Buku ini ditujukan untuk perancang organisasi, profesional di persimpangan fungsi, mahasiswa pascasarjana sosiologi organisasi, dan praktisi yang ingin memahami letak struktural kekuasaan dalam jaringan kerja modern. 18 bab, sekitar 25.000 kata, Bahasa Indonesia. Akses naskah lengkap diberikan atas permintaan ke penulis.

Files

Restricted

The record is publicly accessible, but files are restricted. <a href="https://zenodo.org/account/settings/login?next=https://zenodo.org/records/19837098">Log in</a> to check if you have access.