Observasi Implementasi Zonasi pada SMA Negeri Kota Malang: Temuan Ketidaksesuaian Pemerataan Wilayah
Authors/Creators
Description
Dalam suatu kebijakan PPDB berbasis zonasi memiliki tujuan untuk pemerataan dalam
akses pendidikan menengah. Sayangnya, observasi implemential lapangan pada tahun
(2019-2024) di Kota Malang menunjukkan bahwa pemusatan SMA Negeri pada satu
kecamatan pusat kota dan adanya kecamatan tanpa SMA Negeri (blank spot). Dengan
kondisi sebaran yang tidak sesuai ini menjadikan peluang akses sangat ditentukan oleh
domisili, mendorong jarak/waktu tempuh yang lebih jauh, dan membuka celah perilaku
adaptif (contoh penitipan alamat). Studi ini menampilkan sebuah temuan deskriptif singkat
mengenai kesenjangan antara tujuan zonasi dan pemerataan faktual di setiap wilayah. Hasil
menandakan bahwa zonasi dipasang di atas ”peta lama” (warisan tata ruang, & kapasitas
sekolah) tiada penyesuaian kapasitas bangku, distribusi guru, sarana prasarana, dan
dukungan transport. Dampak secara praktis: sebelum memberlakukan zonasi penuh
diperlukan audit spasial, penambahan/penataan kapasitas (kelas satelit/rombongan belajar
baru), penyesuaian batas catchment, redistribusi guru, serta verifikasi domisili berunsur
risiko.
Files
Observasi Implementasi Zonasi pada SMA Negeri Kota Malang Temuan Ketidaksesuaian Pemerataan Wilayah_Artikel_Jurnal_SUI - Hurain.pdf
Files
(115.2 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:b3612ba15e0e67cc3efb6ca7bcdb867f
|
115.2 kB | Preview Download |
Additional details
References
- Irwandi, F. (2019–2024). Penyebab Kegagalan Adopsi Sistem Pendidikan Finlandia di Indonesia
- Muhaimin, A. A., dkk. (2022). The spatial justice of school distribution in Jakarta. Heliyon.
- Sakti, A. D., dkk. (2021). School location analysis integrating accessibility and spatial hazards in West Java. ISPRS Int. J. Geo-Information.
- Rabbani, M. S. (2023). Polemik sistem zonasi PPDB dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. SIMPATI.
- Sahlberg, P. (2007). Education policies for raising student learning: The Finnish approach. Journal of Education Policy.