Published February 11, 2026 | Version v1
Preprint Open

Observasi Implementasi Zonasi pada SMA Negeri Kota Malang: Temuan Ketidaksesuaian Pemerataan Wilayah

Authors/Creators

Description

Dalam suatu kebijakan PPDB berbasis zonasi memiliki tujuan untuk pemerataan dalam 
akses pendidikan menengah. Sayangnya, observasi implemential lapangan pada tahun 
(2019-2024) di Kota Malang menunjukkan bahwa pemusatan SMA Negeri pada satu 
kecamatan pusat kota dan adanya kecamatan tanpa SMA Negeri (blank spot). Dengan 
kondisi sebaran yang tidak sesuai ini menjadikan peluang akses sangat ditentukan oleh 
domisili, mendorong jarak/waktu tempuh yang lebih jauh, dan membuka celah perilaku 
adaptif (contoh penitipan alamat). Studi ini menampilkan sebuah temuan deskriptif singkat 
mengenai kesenjangan antara tujuan zonasi dan pemerataan faktual di setiap wilayah. Hasil 
menandakan bahwa zonasi dipasang di atas ”peta lama” (warisan tata ruang, & kapasitas 
sekolah) tiada penyesuaian kapasitas bangku, distribusi guru, sarana prasarana, dan 
dukungan transport. Dampak secara praktis: sebelum memberlakukan zonasi penuh 
diperlukan audit spasial, penambahan/penataan kapasitas (kelas satelit/rombongan belajar 
baru), penyesuaian batas catchment, redistribusi guru, serta verifikasi domisili berunsur 
risiko.

Files

Observasi Implementasi Zonasi pada SMA Negeri Kota Malang Temuan Ketidaksesuaian Pemerataan Wilayah_Artikel_Jurnal_SUI - Hurain.pdf

Additional details

References

  • Irwandi, F. (2019–2024). Penyebab Kegagalan Adopsi Sistem Pendidikan Finlandia di Indonesia
  • Muhaimin, A. A., dkk. (2022). The spatial justice of school distribution in Jakarta. Heliyon.
  • Sakti, A. D., dkk. (2021). School location analysis integrating accessibility and spatial hazards in West Java. ISPRS Int. J. Geo-Information.
  • Rabbani, M. S. (2023). Polemik sistem zonasi PPDB dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. SIMPATI.
  • Sahlberg, P. (2007). Education policies for raising student learning: The Finnish approach. Journal of Education Policy.