Published February 5, 2026 | Version v1
Journal article Open

Aktualisasi Nilai-Nilai Gotong Royong Dalam Membangun Solidaritas Masyarakat di Nagari Pilubang Kabupaten Lima Puluh Kota

  • 1. Universitas Negeri Padang

Description

A B S T R A K

Gotong royong merupakan praktik sosial khas Indonesia yang

mempresentasikan nilai solidaritas, kebersamaan, empati, da

tanggung jawab kolektif dalam kehidupan masyarakat. Penelitian

ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk aktualisasi nilai-nilai

gotong royong dalam membangun solidaritas sosial di Nagari

Pilubang, Kabupaten Lima Puluh Kota, serta menganalisis dampak

dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini

menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik

pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan

dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi nilai

gotong royong diwujudkan dalam nilai solidaritas, sosial,

kebersamaan dan persatuan tercermin dalam kegiatan

membersihkan lingkungan, pembangunan fasilitas umum, serta

kegiatan kemanusiaan. Praktik ini berkontribusi dalam memperkuat

kekompakan masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial, dan

mempermudah penyelesaian masalah secara kolektif. Secara

teoritis, temuan ini sejalan dengan konsep solidaritas mekanik

Emile Durkheim yang menekankan kesamaan nilai, kepercayaan, dan ikatan emosional dalam

masyarakat. Keberlangsungan gotong royong dipengaruhi oleh faktor budaya yang diwariskan

secara turun temurun dan kebutuhan lingkungan, sementara hambatan partisipasi terutama

disebabkan oleh kesibukan kerja masyarakat dengan sistem upah harian serta lemahnya

kesadaran sosial sebagian masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa aktualisasi nilai gotong

royong yang berkelanjutan berperan penting dalam menjaga integrasi sosial dan menciptakan

kehidupan masyarakat yang harmonis.

Kata Kunci: gotong royong, solidaritas, masyarakat

Files

Triwikrama+--+Desra+Ravita.pdf

Files (708.3 kB)

Name Size Download all
md5:cc616e79bafaa72d9b48b1b1737799bf
708.3 kB Preview Download

Additional details

Related works

References

  • Derung, T. N. (2019). Gotong royong dan Indonesia. SAPA: Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 4(1), 5–13. Rifaldi, M. N., Hidayatissalam, A. S., & Turnip, K. D. (2025). Lunturnya Nilai Gotong Royong Di Era Globalisasi. 1–15. https://doi.org/10.11111/nusantara.xxxxxxx Setyawan, B. W. (2021). DAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT JAWA. 7–15 Simarmata, N., Yuniarti, K. W., Riyono, B., & Patria, B. (2020). Gotong Royong in Indonesian History. Digital Press Social Sciences and Humanities, 5(2), 00006. https://doi.org/10.29037/digitalpress.45341 Thoriq, M. T. H., Ita, I. P. S., & Zusril, M. Z. (2023). Pergeseran Makna Dalam Budaya Mbecek Di Desa Bandung Nganjuk Prespektif Teori Solidaritas Emile Durkheim. Jurnal Ilmu Budaya, 11(2), 119–128. Umanailo, M. C. B. (2019). Emile Durkheim. Universitas Iqro Buru. Wahyuningsih, T. (2011). Sistem bagi hasil maro sebagai upaya mewujudkan solidaritas masyarakat. Komunitas, 3(2). Widaty, C. (2020). Perubahan kehidupan gotong royong masyarakat pedesaan di kecamatan padaherang kabupaten Pangandaran. PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 2(1), 174–186