Published 2023 | Version v1
Publication Open

NEW HIDDEN TRANSCRIPTS: Perlawanan Digital dan Gerakan Sosial-Politik Anonimitas Siber

  • 1. Universitas Airlangga

Description

Gerakan sosial menjadi sumber kuat bagi perubahan sosial (Schaefer, 2019). Meskipun teknologi digital dapat juga menjadi sumber perubahan, upaya kolektif individu yang terorganisir ke dalam gerakan sosial di ruang digital lah yang pada akhirnya membawa perubahan. Ditambah, proses interaksi, interelasi, interdipendensi, dan konstruksi kebudayaan masyarakat mulai 
menjajaki ruang digital. Teknologi digital dapat dianggap secara aktif membentuk jati diri, perwujudan, kehidupan sosial, hubungan sosial, dan insititusi sosial sehingga kemunculan gerakan sosial di ruang digital berkaitan erat dengan konstruksi identitas dan kebudayaan digital seseorang atau kelompok. Maksudnya sebagaimana yang dikatakan oleh Antropolog Daniel Miller (2012): digital technologies, like other material cultural artefacts, are becoming a constitutive part of what makes us human.

Abstract

Gerakan sosial menjadi sumber kuat bagi perubahan sosial. Meskipun teknologi digital dapat juga menjadi sumber perubahan, upaya kolektif individu yang terorganisir ke dalam gerakan sosial di ruang digital lah yang pada akhirnya membawa perubahan. Ditambah, proses interaksi, interelasi, interdipendensi, dan konstruksi kebudayaan masyarakat mulai menjajaki ruang digital. Teknologi digital dapat dianggap secara aktif membentuk jati diri, perwujudan, kehidupan sosial, hubungan sosial, dan insititusi sosial sehingga kemunculan gerakan sosial di ruang digital berkaitan erat dengan konstruksi identitas dan kebudayaan digital seseorang atau kelompok. Maksudnya sebagaimana yang dikatakan oleh Antropolog Daniel Miller (2012): digital technologies, like other material cultural artefacts, are becoming a constitutive part of what makes us human.

Files

ekklesia j m 2023.pdf

Files (166.0 kB)

Name Size Download all
md5:00c3449639f38d1e71439f80b5c500f6
166.0 kB Preview Download

Additional details

References

  • Cover, R. (2023). Identity and Digital Communication: Concepts, Theories, Practice. New York: Routledge.
  • Dahrendorf, R. (1986). Konflik dan Konflik dalam Masyarakat Industri: Sebuah Analisa-Kritik. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Ekklesia, Jan. M. (2021, Juli). Relasi Sosial Warga Negara Terhadap Pemerintah: Fenomena Ketidakpatuhan Selama Pandemi dalam Teori Sosiologi dan Nilai Kristiani. Artikel Sosiologi.
  • Gurr, T. R. (1970). Why Men Rebel? Princeton: Princeton University Press.
  • Hardiman, F. B. (2021). Aku Klik maka Aku Ada: Manusia dalam Revolusi Digital. Jakarta: Kanisius.
  • Kartodirjo, S. (1984). Ratu Adil. Jakarta: Sinar Harapan.
  • Lupton, D. (2015). Digital Sociology. New York: Routledge.
  • Marx, K., & Engels, F. (1848). The communist manifesto. London: Kommunistischer Arbeiterbildungsverein.
  • Melgaço, L., & Jeffrey, M. (Eds.). (2018). Protests in the Information Age: Social Movements, Digital Practices and Surveillance. Oxon: Routledge.
  • Postman, N. (2021). Teknopoli. (M. D. Herdiman, Trans.) Yogyakarta: BASABASI.
  • Schaefer, R. T. (2019). Sociology Matters (Seventh Edition ed.). New York: McGraw Hill.
  • Serafimova, S. (2020, October). Whose morality? Which rationality? Challenging artificial intelligence as a remedy for the lack of moral enhancement. Humanities and Social Sciences Communications, 7. https://doi.org/10.1057/s41599-020-00614-8
  • Siahaan, H. (1986). Pengantar ke Arah Sejarah dan Teori Sosiologi. Jakarta: Erlangga.
  • Siahaan, H. (2005). Gerakan Sosial Politik Rakyat, Ontran-Ontran Demokrasi. Surabaya: AUP.
  • Susan, N. (2018). Sosiologi Konflik: Teori-teori dan Analisis. Jakarta: Kencana.
  • Weber, M. (2020). Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme. Yogyakarta: Narasi.