Published January 17, 2026 | Version v1
Dataset Open

Lampiran Penelitian Persepsi Individu dan Teman Sebaya terhadap Perilaku Anti-Sosial yang Dibenarkan dengan Klaim "Aku kan Introvert"

Description

Penggunaan klaim “aku kan introvert” sudah menjadi hal yang tidak asing lagi untuk didengar di kalangan masyarakat, terutama pada era perkembangan media sosial yang semakin pesat. Sering kali penggunaan klaim tersebut disalahgunakan sebagai alat pembenaran untuk menghindari interaksi, tanggung jawab, dan dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan pandangan seseorang dengan temannya mengenai sikap antisosial yang dibenarkan menggunakan klaim “aku kan introvert”, tidak hanya itu saja tetapi juga membedakan antara introvert sebagai kepribadian atau hanya dimanfaatkan sebagai identitas sosial untuk menghindari beberapa situasi tertentu. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara secara mendalam dan analisis mengenai pengaruh media sosial terhadap kepribadian atau perilaku seseorang. Beberapa informan memiliki kepribadian introvert dan juga pernah berinteraksi dengan orang-orang yang mengklaim dirinya “introvert” untuk menghindari adanya interaksi sosial. Teori “Spiral of Silence” menjadi teori yang melandasi analisis dari data untuk penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa klaim “aku kan introvert” diartikan dengan berbagai macam makna, ada yang memaknai introvert memang sebagai kepribadian bawaan dari lahir dan ada juga yang digunakan sebagai alasan untuk menghindari interaksi. Menurut informan, klaim tersebut terkadang disalahgunakan sebagai pembenaran atau pembelaan terhadap diri sendiri untuk menghindar, yang pada akhirnya dapat memicu rusaknya kepercayaan, perubahan gaya komunikasi yang menjadi sering cenderung menghindar, dan membentuk jarak dalam hubungan sosial. Dalam pandangan budaya Indonesia yang memiliki kebiasaan untuk berkumpul, memandang klaim tersebut dipandang tidak selaras apabila tidak disertai dengan etika dan sifat menghargai terhadap orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa introvert tidak hanya diartikan sebagai bentuk psikologis, melainkan juga sebagai bentuk sosial yang dapat dimanfaatkan bahkan disalahgunakan dalam menerapkan komunikasi sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi komunikasi dengan memperlihatkan pengalihan makna “introvert” serta sebab-akibat terhadap kualitas hubungan sosial di era media digital.

Files

Transkrip_Wawancara_Anonim.pdf

Files (134.9 kB)

Name Size Download all
md5:e6c9139cf0c1dbf22e68ffde6f8df267
134.9 kB Preview Download