Paradoks Produktivitas Kolektif: Stigmatisasi Ketenangan di Masyarakat Indonesia dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental
Description
Kebosanan dan momen melamun secara neurologis merupakan aktivitas penting bagi otak manusia yang mengaktifkan Default Mode Network (DMN), jaringan saraf yang bertanggung jawab untuk refleksi diri, konsolidasi memori, dan kreativitas. Namun, dalam konteks budaya kolektivis Indonesia, ketenangan sering kali distigma sebagai "pendiam" dengan konotasi negatif—pasif, tertindas, atau tidak berdaya—sehingga banyak individu belajar menekan kebutuhan reflektif mereka demi memenuhi ekspektasi sosial untuk selalu tampak sibuk dan terlibat.
Penelitian mixed-methods ini menganalisis paradoks fundamental: masyarakat yang paling membutuhkan ruang untuk berpikir jernih justru memiliki budaya yang paling agresif menstigma ketenangan. Temuan utama menunjukkan bahwa stigmatisasi ketenangan melalui labeling halus menciptakan secondary stressor yang mengamplifikasi burnout kronis, menghambat kreativitas, dan mendistorsi identitas reflektif individu menjadi "tertindas."
Files
Collectivist-Productivity-Paradox-EN.pdf
Files
(178.5 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:98cd7be8dd71f3d82423709690ddebcc
|
88.9 kB | Preview Download |
|
md5:1a7d4b8bc2c9c86d382c2d1f6653a1ef
|
89.7 kB | Preview Download |