DAMPAK KONDISI BROKEN HOME TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK
Authors/Creators
- 1. Universitas Pendidikan Indonesia
Description
A B S T R A K
Keluarga merupakan faktor utama dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan anak. Keluarga atau orang tua berperan untuk
memastikan anak-anaknya sehat, aman, memberikan kasih sayang,
penerimaan, menyediakan sarana prasarana serta arahan atau
bimbingan kepada anak. Namun tidak semua anak memiliki
kesempatan tersebut. Di era modern ini, fenomena broken home
semakin sering terjadi dan menjadi masalah sosial yang kompleks.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji dampak kondisi
broken home terhadap Kesehatan mental anak melalui studi
literatur dari berbagai sumber yang relevan dengan topik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam
keluarga broken home memiliki risiko yang jauh lebih tinggi
mengalami gangguan Kesehatan mental dibandingkkan dengan
anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis.
Fenomena broken home yang disebabkan oleh penceraian,
kematian, atau konflik berkepanjangan, akan mempengaruhi
kondisi anak mengalami gangguan psikologis seperti stress,
kecemasan, depresi, dan rentan mengalami perasaan tidak aman
serta kehilangan arah. Dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek
psikologis, tetapi juga memengaruhi prestasi akademik dan perilaku
sosial mereka. Namun penelitian ini juga menekankan bahwa
dengan adanya dukungan yang tepat dari lingkungan sekitar, seperti
guru, teman, konselor, atau keluarga besar yang penuh empati,
anak dari keluarga broken home masih memiliki peluang besar
untuk tumbuh dan berkembang secara positif.
Kata Kunci: Keluarga, Kesehatan Mental Anak, Broken Home, Dukungan Sosial
Files
DAMPAK KONDISI BROKEN HOME TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK (SHINTA PUTERI NAELA).pdf
Files
(386.4 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:30a9ba7fe6ba6c3d193c7862cdf56a7f
|
386.4 kB | Preview Download |
Additional details
Related works
- Is published in
- Journal article: https://ejournal.cibinstitut.com/index.php/triwikrama/article/view/2289 (URL)
Software
References
- Burhanuddin, H., & Thohiroh, M. (2021). Pola Asuh Orang Tua pada Anak Broken Home: Studi di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Absorbent Mind, 1(2), 41–53. https://doi.org/10.37680/absorbent_mind.v1i02.1116 Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial Volume 10 No 11, 202 5 E - ISSN: 2988 - 1 986 Open Access: Hartanti, S. S., & Salsabila, V. (2020). Analisis kondisi fisik dan psikis terhadap anak korban brokenhome.EDUSAINTEK4. https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/edusaintek/article/viewFile/600/601 Irani, L. C., & Laksana, E. P. (2018). Konsep diri dan keterbukaan diri remaja broken home yang diasuh nenek (Doctoral dissertation, State University of Malang).https://www.academia.edu/download/82295170/5336.pdf MAHARANI, N. A. (2025). DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP KESEHATAN MENTAL SISWA SMA NEGERI 9 KOTA CIREBON (Doctoral dissertation, SI-Bimbingan Konseling Islam UINSSC). http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/16153 Mahnunin, J., & Ridjal, T. (2021). Identifikasi Tingkah Laku Siswa dari Keluarga Broken Home (Studi Kasus tentang Keluarga Broken Home dan Tingkah Laku Siswa MTs). Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia, 4(1), 29-46. https://ejournal.undar.or.id/index.php/Thalaba/article/view/118 Massa, N., Rahman, M., & Napu, Y. (2020). Dampak Keluarga Broken Home Tehadap Perilaku Sosial Anak. Jambura Journal of Community Empowerment, 1-12. https://doi.org/10.37411/jjce.v1i1.92 Matondang, F. S. P., Astuti, N. H., Rokan, N. H., Dewi, A. P., & Andinata, M. P. (2024). Peran Dukungan Sosial terhadap Trauma Broken Home pada Anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 26622-26629. https://core.ac.uk/download/pdf/617054548.pdf Nasichah, M. A., Fadhil, M., & Parliah, P. EFEK BROKEN HOME PADA KESEHATAN MENTAL ANAK. http://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/stu/article/view/1968 Priska Adristi, S. (2023). Peran Orang Tua pada Anak dari Latar Belakang Keluarga Broken Home . Lifelong Education Journal, 1(2), 131–138. https://doi.org/10.59935/lej.v1i2.30 Rofiqah, T., & Sitepu, H. (2019). Bentuk kenakalan remaja sebagai akibat broken home dan implikasinya dalam pelayanan bimbingan konseling. KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program, 6(2).https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/2136 Sari, M. A., Fitria, L., & Radyuli, P. (2023). Permasalahan siswa dari keluarga broken home. Jurnal Pti (Pendidikan Dan Teknologi Informasi) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universita Putra Indonesia" Yptk" Padang, 87-92. http://jpti- upiyptk.org/ojs/index.php/jpti/article/view/176 Savitri, D. I., Degeng, I. N. S., & Akbar, S. D. (2016). Peran Keluarga dan guru dalam membangun karakter dan konsep diri siswa Broken Home di Usia Sekolah Dasar (Doctoral dissertation, State University of Malang).https://doi.org/10.17977/jp.v1i5.6288 Wandi Arputra Fanani, & Mhd. Fuad Zaini Siregar. (2024). Analisis Komunikasi Anak Broken Home Pasca Perceraian Orang Tua. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 2(1), 145–160. https://doi.org/10.61930/jsii.v2i1.641 Yahya, M. I., Garlis, M. C., & Oktafiana, Z. (2025). Dampak Broken Home terhadap Fokus Belajar Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP), 3(3), 94-101. https://jurnalcendekia.id/index.php/jipp/article/view/55