Mencegah Kontaminasi Cronobacter sakazakii pada Susu Formula di Program MBG
Authors/Creators
- 1. The National Agency of drug and food control
- 2. Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional
Contributors
Researcher:
- 1. The National Agency of drug and food control
- 2. Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional
Description
Cronobacter sakazakii merupakan patogen oportunistik yang sering ditemukan pada produk susu formula bubuk dan dapat menimbulkan infeksi serius pada bayi serta anak dengan daya tahan tubuh rendah. Dalam konteks Program Makan Bergizi Gratis (MBG), susu formula menjadi salah satu alternatif pangan bergizi yang berpotensi terkontaminasi bila penanganannya tidak memenuhi standar higienitas. Infeksi akibat C. sakazakii dapat menyebabkan sepsis, meningitis, hingga enterokolitis nekrotikan pada kelompok rentan. Risiko meningkat karena distribusi pangan dilakukan dalam skala besar dan sering melibatkan proses penyimpanan jangka panjang. Pencegahan kontaminasi membutuhkan pengawasan ketat pada rantai produksi, distribusi, dan penyajian susu formula. Dengan langkah preventif yang tepat, Program MBG dapat tetap aman sekaligus memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.
Files
Policy_Sakazaki-23.pdf
Files
(356.3 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:f8dfcd64badeae39d32d8311a64b5577
|
356.3 kB | Preview Download |
Additional details
References
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Cronobacter Infections and Infants. https://www.cdc.gov/cronobacter
- FAO/WHO. (2004). Enterobacter sakazakii and other microorganisms in powdered infant formula. Microbiological Risk Assessment Series.
- Jason, J. (2012). Prevention of invasive Cronobacter infections in young infants fed powdered infant formulas. Pediatrics, 130(5), e1076–e1084.
- Holy, O., & Forsythe, S. (2014). Cronobacter sakazakii as emerging cause of neonatal sepsis, meningitis and necrotizing enterocolitis. Curr Opin Infect Dis, 27(5), 443–449.
- Sophian, A. (2025). Pencegahan Wabah Pangan: Peran Strategis dalam Mengendalikan Staphylococcus aureus pada Program Makan Gratis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.28299.35369
- Sophian, A. (2025). Program Keamanan Makan Bergizi Gratis di Tengah Risiko Kontaminasi Staphylococcus aureus. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.24943.91040
- Sophian, A. (2025). Keamanan Pangan Sekolah: Ancaman Staphylococcus aureus terhadap Program Makan Bergizi Gratis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.13199.85929
- Sophian, A. (2025). Patogenitas Staphylococcus aureus: Isu Krusial dalam Program Keamanan Makan Bergizi Gratis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.35010.24001
- Sophian, A. (2025). Patogenitas Staphylococcus aureus: Ancaman Senyap bagi Program Makan Bergizi Gratis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.11522.13768
- Sophian, A. (2025). Program Keamanan Makan Bergizi Gratis di Tengah Ancaman Patogenitas Yersinia pestis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.11255.07843
- Sophian, A. (2025). Yersinia pestis: Ancaman Tersembunyi bagi Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.28032.29442
- Sophian, A. (2025). Program Mengawal Makan Bergizi Gratis dari Risiko Infeksi Yersinia pestis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.17965.96481
- Sophian, A. (2025). Yersinia pestis dalam Perspektif Keamanan Pangan Massal: Tantangan untuk Program Makan Bergizi Gratis. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.24676.85125
- Sophian, A. (2025). Patogenitas Yersinia pestis dan Implikasinya terhadap Keamanan Distribusi Program Pangan Publik. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.14610.52160