Policy Brief Peningkatan Ekonomi Masyarakat Sekitar Tahura melalui Produk Ramah Lingkungan
Authors/Creators
- 1. Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Indonesia
Description
Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) menawarkan peluang strategis untuk mewujudkan ekonomi hijau yang inklusif. Produk-produk seperti madu hutan, minyak atsiri, jamu, rotan, dan buah lokal memiliki potensi pasar yang tinggi di sektor kesehatan, kriya, hingga ekspor. Melalui pengolahan yang tepat dan pendekatan berbasis keberlanjutan, HHBK dapat menjadi tulang punggung perekonomian lokal yang sekaligus mendukung konservasi sumber daya alam. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang menghambat pengembangan HHBK, antara lain rendahnya kapasitas produksi, keterbatasan akses pasar, belum optimalnya pemanfaatan sertifikasi organik atau hijau, serta rendahnya kesadaran terhadap prinsip ekonomi berkelanjutan. Hambatan-hambatan ini menyebabkan masyarakat belum dapat menikmati nilai tambah yang maksimal dari kekayaan alam yang mereka kelola.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pembentukan kelompok usaha produktif, fasilitasi sertifikasi, serta pembukaan akses pasar formal dan digital. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan produk HHBK ke dalam aktivitas ekowisata Tahura serta menyediakan akses pembiayaan dan insentif bagi pelaku usaha hijau. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem usaha yang adil, produktif, dan lestari. Melalui pendekatan terpadu dan kolaboratif, HHBK berpotensi menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat peran masyarakat sebagai penjaga kelestarian hutan. Penguatan UMKM berbasis HHBK di Tahura merupakan langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi secara harmonis.