MAKNA UNGKAPAN DALAM KLASIFIKASI ANGGOTA TUBUH, "MATA DAN HATI" DALAM BAHASA PAMONA DI KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH
Description
Etnik Pamona di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, merupakan sebuah etnik yang masih kuat memegang teguh nilai-nilai budaya dalam sebuah ungkapan sebagai penguat jati diri dalam memegang teguh kearifan lokal setempat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi dan makna yang terkandung dalam ungkapan tradisional klasifikasi anggota tubuh,”mata dan hati,” dalam bahasa Pamona di Kabupaten Poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap dan kepercayaan individual dan kelompok. Data dalam penelitian ini berupa ungkapan klasifikasi tubuh bagian “mata dan hati”. Hasil menggambarkan bahwa fungsi ungkapan pada klasifikasi mata dan hati berfungsi sebagai panduan dan sebagai pemberi motivasi terhadap dukungan pemberlakuan kearifan lokal. Adapun makna ungkapan klasifikasi mata dan hati dalam bahasa Pamona adalah bahwa setiap tindakan harus berpegang teguh pada nilai norma dan adat kebiasaan secara turun temurun, selain itu, juga bermakna menasihati, memotifasi, mengingatkan, menyadarkan, dan menyemangati. Contoh dalam bahasa Pamona mata ntau “rendah hati’ bermakna apa yang telah dipertimbangkan secara matang itulah keputusannya, rado raya “tenang pikiran” bermakna tetap pada pendirian dan mempunyai batin yang tenang.
Files
5.+(Tamrin_Makna+Ungkapan+dalam+Klasifikasi+Final+Fix)+79--93.pdf
Additional details
References
- Anonim. (1991). Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafi. Jakarta: Pustaka Grafiti.
- Danandjaya, James. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafittipers.
- Fadhillah, Arif Muhammad. (2020). Analysis Makna dan Fungsi Ungkapan Bahasa Aceh di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Jurnal Samudra Bahasa Vol. 4 Nomor 1 2020.
- Hanif Sri Yulianto (2021) "Kata-Kata Mutiara tentang Mata, Sang Jendela Jiwa" Bola.com diunduh pada tanggal 16 Februari 2022.
- K., Ali M. (1996). Kamus Sejuta Ungkapan Peribahasa Indonesia, PT. Indah: Surabaya.
- Kridalaksana, Harimurti. (1993). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Mahayana, Maman S. dkk. (1997). Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
- Moleong, Lexy J. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Nurmiawati dan Fahidah. (2018). Makna Ungkapan Tradisional dala Masyarakat Bima: Jurnal Ilmiah Telaah Vol. 3 No. 2 Juli 2018.
- Rambitan dan Mandolang. (2014). Ungkapan dan Peribahasa Bahasa Mongondow: Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudkum Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2014.
- Rustam. (2016). Peranan Ungkapan Tradisionald dalam Membangun Tatanan Sosial dan Sistem Komunikasi Masyarakat Melayu Jambi. Jurnal Ilmiah Pena Vol. 6 No. 1 Juli 2016.
- Sudaryanto, (1993). Metode Linguistik: ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University.
- Suseno, Magnis Franz. (1992). Filsafat sebagai Ilmu Kritis. PT Kanisius: Yogyakarta.