Published July 13, 2020 | Version v1
Working paper Open

Mengapa Wiley dan penerbit komersial lainnya tidak perlu khawatir untuk memberikan izin penggunaan ulang (reuse permission)

  • 1. Institut Teknologi Bandung
  • 2. Universitas Bina Nusantara
  • 3. UIN Sunan Ampel

Description

Catatan

  1. Dokumen ini merupakan hasil telaah referensi daring tentang HKI serta contoh-contoh positif dan negatifnya. Hanya sebagian kecil saja tautan rujukan yang disertakan dalam teks,

  2. Dokumen ini dapat digunakan ulang tanpa izin dengan sitiran sesuai ketentuan lisensi CC-BY, khususnya bila ibu dan bapak secara pribadi atau secara institutional ingin mengajukan izin untuk menggunakan ulang suatu karya, atau telah mendapatkan penolakan izin dari Wiley atau penerbit besar lainnya,

  3. Bila ada yang keliru atau kurang, mohon saran langsung kepada kami (dasaptaerwin3 at gmail dot com).

Latar belakang

Bahwa telah ada perguruan tinggi yang menerima keberatan (lisan) dari perwakilan Wiley yang menyatakan bahwa material yang berasal dari dokumen non OA yang diterbitkan wiley yang tayang di material kuliah daring dari dosen tidak boleh tayang di Youtube sekalipun telah melalui proses permohonan izin dan penyitiran.

Tujuan

Agar Pimpinan Perguruan Tinggi memiliki rujukan ketika akan mengajukan peninjauan kembali atas keputusan Wiley (dan mungkin penerbit besar lainya) berkaitan dengan kebebasan dosen untuk mempublikasikan material bahan ajar ke medium publik (public spaces, misal: Youtube, Repositori Kampus, dll yang sejenis) dalam modus nirlaba (non monetisasi).

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut kami dapat menyimpulkan bahwa penggunaan ulang karya-karya berHKI dari Wiley dan penerbit besar lainnya:

  1. sangat penting perannya kepada pendidikan tinggi di Indonesia dan berbagai negara lainnya yang terdampak pandemi. Dengan posisi material ajar yang sedemikian strategis, maka karya-karya berHKI dari Wiley dan penerbit besar lainnya akan memiliki dampak signifikan yang berlipat-lipat kepada masyarakat Indonesia dan dunia, khususnya di masa pandemi ini,
  2. akan meningkatkan nilai Wiley dan penerbit besar lainnya sebagai agen penyebar ilmu pengetahuan yang juga membawa misi sosial,
  3. tidak akan menyebabkan penurunan pendapatan untuk Wiley dan penerbit besar lainnya. Justru sebaliknya mereka dapat memanfaatkan momentum ini menjadi bagian strategi promosi mereka dengan motto “kami mendukung ekosistem dosen dan peneliti untuk tetap aktif berkarya di masa pandemi”.

Saran

  1. Kami menyarankan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi untuk meminta klarifikasi tentang Fair Use material no OA kepada penerbit-penerbit (khususnya yang besar, termasuk Wiley). Sekaligus pula ibu dan bapak Pimpinan Perguruan Tinggi dapat meminta kelonggaran lebih luas, dengan pertimbangan bahwa saat ini Indonesia dan dunia sedang menghadapi musibah kemanusiaan pandemi Covid, yang mana salah satu solusinya adalah menyediakan sumber-sumber pengetahuan agar dapat diakses dan digunakan ulang (reuse) untuk kepentingan pendidikan/pengajaran dan penelitian. Sivitas akademik sangat bergantung kepada akses daring untuk menghindari penuranan wabah.

  2. Kami menyarankan para dosen, penulis, mahasiswa untuk memahami pentingnya semangat untuk membebaskan pengetahuan dengan berupaya semaksimum mungkin untuk mempertahankan HKInya agar tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga atau entitas bisnis.

  3. Kami juga menyarankan COPE sebagai salah satu lembaga yang panduan tata kelola jurnal akademik/ilmiahnya telah digunakan oleh mayoritas jurnal akademi/ilmiah di dunia untuk merevisi atau menambahkan klausul tentang Fair Use.

Files

2020-07-13-05.23am-Letter to wiley.pdf

Files (2.6 MB)

Name Size Download all
md5:d34ad2549ed59b61bab6345c6fda7ce3
1.3 MB Download
md5:7b78f435c9906daad7f631c600213613
1.2 MB Preview Download