Published August 20, 2019 | Version Cetak
Book Open

Still Life At Gunung Padang Site

  • 1. Universitas Indraprasta PGRI

Contributors

Supervisor:

  • 1. Universitas Indraprasta PGRI

Description

Salah satu tempat wisata di Kabupaten Cianjur yang terkenal adalah Situs Gunung Padang, terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Jawa Barat. Situs prasejarah ini mampu membuat kagum para wisatawan maupun peneliti karena terdapat peninggalan punden berundak dari masa prasejarah. Serakan batu dari Zaman Megalitikum di wilayah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang penduduk pada tahun 1979. Baru pada tahun 1980, pakar prasejarah Prof. Dr. Raden Panji Soedjono memimpin tim proses ekskavasi dan restorasi. Disusul pada tahun 2011, Tim Katrastopik Purba yang dibentuk oleh Kantor Staf Khusus Kepresiden melanjutkan penelitiannya hingga sekarang. Tim ini kemudian melaporkan bahwa umur lapisan tanah di area Situs Gunung Padang antara 14.500-25.000 SM (Akbar, 2014).

Perihal temuan susunan batu yang membentuk sisa-sisa punden berundak tersebut, dikatakan oleh Yondri (2012), sebagai batu yang belum dibentuk oleh tangan manusia, melainkan dibangun dari batuan vulkanik yang berbentuk balok persegi panjang, dan berasal dari batuan beku (columnar joint). Sisa bebatuan punden berundak tersebut terletak di puncak bukit yang memanjang dengan ketinggian 885 meter di atas permukaan laut. Jurnalis Hermawan Aksan (2014) juga menjelaskan bahwa Gunung Padang adalah sejenis bukit berbentuk kerucut yang terlihat tinggi dan besar. Oleh karena itu, para penduduk menyebutnya pula Bukit Cahaya. 

Situs Gunung Padang dapat dibagi ke dalam lima wilayah jangkauan: Pertama, gerbang masuk yang terletak di Desa Karyamukti. Kedua dan ketiga, adalah jalur pendakian yang terdiri dari dua cabang, jalan berbatu dan jalan turunan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan wisata. Keempat, wilayah teras bebatuan yang terdiri dari lima teras, disebut sebagai Teras Satu, Teras Dua, Teras Tiga, Teras Empat, dan Teras Lima. Kelima, adalah puncak Gunung Padang. Melalui kelima teras tersebut, para peneliti maupun wisatawan dapat melakukan observasi dan menggali berbagai misteri yang belum terungkap dari peninggalan peradaban  manusia di Zaman Megalitikum.

Buku foto ini memfokuskan pada genre fotografi still life, yaitu fotografi yang mengabadikan benda-benda mati, melalui pengambilan gambar yang mengedepankan detail objek. Genre ini lebih menekankan pada komposisi, bentuk, dan lighting (Abdi, 2012). Karya foto dengan genre still life juga dapat menghadirkan interaksi batu-batu prasejarah dengan alam dan lingkungannya, baik dengan manusia, binatang, dan tumbuhan, termasuk menghadirkan panorama sebagai konteks latar, sehingga “menghidupkan”  dan membawa pesan

Buku foto Situs Gunung Padang dengan genre still life dapat menjadi media dokumentasi benda-benda purbakala dan literatur budaya. Karya seni fotografi juga berpotensi mengajak pembacanya untuk berinteraksi dengan apa yang dilihatnya dan membangun imajinasi tentang “kehidupan” yang ada di balik objek foto.

Files

Buku foto still life_Kompres.pdf

Files (3.2 MB)

Name Size Download all
md5:6f56bfe919a567fdcbc06985a2b41f07
3.2 MB Preview Download