PENERAPAN MODEL SELF-CARE: BATHING AND GROOMING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS SOSIAL (Application of Self-Care Model: Bathing and Grooming on The Level Knowledge of Social Officers)
Authors/Creators
- 1. Mental Health Nursing Departement, Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang
- 2. Nursing Management Departement, Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang
- 3. Medical Surgical Nursing Departement, Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang
Description
ABSTRAK
Permasalahan yang selalu muncul pada seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa adalah self care deficit, hal ini dikarenakan pada pasien gangguan kesehatan jiwa terjadi penurunan dan perubahan fungsi kesadaran secara kualitatif dimana pasien tidak mampu untuk menjalin relasi dengan orang disekitarnya, kurang memiliki limitasi atau batasan diri, dan perubahan penilaian terhadap realita. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa gangguan kesehatan jiwa di Indonesia semakin meningkat dari 2,2% per mil sekarang menjadi 6% permil. Jumlah klien gangguan jiwa yang berada di UPT Bina Laras Pasuruan berjumlah 200 orang dengan jumlah perawat sebanyak 3 orang akibatnya beban kerja menjadi tinggi sehingga untuk mengawasi kebersihan diri klien gangguan jiwa relative kurang, selain itu juga tidak adanya feedback pada klien tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan mereka terutama ketepatan tata cara menjaga kebersihan badan dan berdandan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pendampingan model self care : bathing and grooming dengan merujuk pada Standart Operasional Prosedur yang sesuai pada Evidence Based Psychiatric Nursing.
ABSTRACT
The problem that always arises in someone with mental health problems is self-care deficit.This is because in patients with mental health disorders and changes in qualitative awareness function where the patient is unable to establish a relationship with the surrounding people, lack of limitation or self-restriction, and change assessment of reality.Based on Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) in 2018, showed that mental health disorder in Indonesia is increasing from 2.2% per mile now to 6% per mile. The number of mental disorders clients located in UPT Bina Laras Pasuruan amounted to 200 people with the number of nurses just three people, consequently the workload becomes high to oversee the self-hygiene of the client relative less mental disorders. Moreover, there is no feedback on client about how they should do especially the accuracy of procedures for maintaining bodily hygiene and dressing up. The purpose of research was to provide self-care models: bathing and grooming by referring to the Standard Operating Procedures that are appropriate for Evidence Based Psychiatric Nursing.
Files
Zahid_copy edit (132-139).pdf
Files
(326.0 kB)
| Name | Size | Download all |
|---|---|---|
|
md5:96c322be43fe414ccf234e7e3fc1ed52
|
326.0 kB | Preview Download |