PENINGKATAN KUALITAS PIPA BAJA MENGGUNAKAN METODE DMAIC DAN FAILURE MODES & EFFECT ANALYSIS (FMEA) STUDI KASUS PT. SPII
Description
PT. SPII salah satu perusahaan besar di Indonesia yang bergerak di bidang industri pipa baja. Saat ini terdapat produk defect 7% untuk pipa hitam dan 3% untuk pipa stainless steel dari total produksi. Sehingga ada gap antara standar yang ditentukan oleh perusahaan dengan hasil real produksi berkisar 2% untuk pipa hitam dan 1,5% untuk pipa stainless steel. Sehingga perlu mengidentifikasi faktor kritis serta pengaruh dari faktor kritis tersebut, kemudian mencari rekomendasi perbaikan. Pada penelitian ini digunakan pendekatan DMAIC yang merupakan konsep dari Six Sigma. Metode DMAIC menekankan aplikasi yang metodis dan sistematis yang dimulai dari tahap pendefinisian, pengukuran kinerja saat ini, analisa, perbaikan dan sampai dengan tahap pengontrolan. Sedangkan FMEA digunakan untuk mencari prioritas skala utama dari permasalahan serta mencari pencegahannya. Rate of defect proses produksi tertinggi terjadi pada area Mill untuk pipa ERW dan SS, dengan defect sebesar 5,6% (ERW) dan 1,7% (SS). Perhitungan nilai sigma proses Mill menunjukan nilai sigma sebesar 4,07 (ERW) dan 4,14 (SS). Cacat dominan yang terjadi pada pipa ERW adalah cacat las dan bengkok, sedangkan pada pipa SS adalah cacat sambungan akhir dan non sambungan. Hasil FMEA diperoleh nilai RPN tertinggi 84 yaitu setting las yang menjadi prioritas dalam perbaikan. Rekomendasi yang diberikan meliputi perbaikan kualitas SDM, revisi metode baku welding dan perbaikan material handling yang sesuai standar.