Ini namanya suku lokal yang ada di Taman Nasional Rasur, biasa disebut bomi, bomi atau rumah rakyat.
Ada beberapa versi nama, itu ada rai, ada bomi, tapi kita lebih akrab dengan sebutan bomi.
Sedangkan raiap yang ada di dalamnya sendiri, itu disebut biasa musamus.
Genis raiapnya sendiri itu biasa disebut macrothermus, biasa popularnya termit.
Cuman genis detilnya, belum ada penelitian lebih lanjut.
Cuman biasa dia masuk dalam spesies macrothermus.
Ada sekitar 3 lokasi penyebarannya, itu kalau di Indonesia ada di Meroke, di bagian Afrika dan Australia.
Tingginya bisa mencapai sekitar 3-5 meter. Kalau kita lihat sendiri, tingginya sudah 3 meter lebih.
Ada yang bisa mencapai sampai 5 meter.
Ini daerah koloni terdiri dari beberapa koloni raiap.
Di dalamnya ada koloni pekerja, ada juga ratu.
Sedangkan bagian dalam, bagian dalam di tengah ini ada dapur sampah. Di sana mereka memproduksi humus, bakteri dan segala macam untuk dijadikan bahan baku dari bomi ini.
Dari masyarakat setempat, mereka memanfaatkan serasa kayu, tanah-tana yang ada di sekitar, terutama bahannya.
Mereka juga memanfaatkan jenis-jenis rumput kororo, kalau bahasa lokalnya bilang, mungkin kalau kita lebih akrab, jenis teketekian.
Ini mereka memanfaatkan, kemudian dicampur dengan air lure yang di ekstrasi dari dapur sampah itu untuk menjadi perkat di masing-masing tanahnya.
Makanya kalau kita bisa kupas sedikit saja, ada kita bisa dapatkan potongan-potongan dari rumput tadi.
Untuk keterkaitan bomi dengan masyarakat setempat, ini menjadi lambang bagi sikap mereka.
Kalau masyarakat ini punya tipe berburu, meramu dan bertemu, konsep untuk hubungan kerabatan itu disimbulasisikan melalui hubungan kerabatan seperti raya pini.
Terus kalau untuk keadat budayanya sendiri, bomi karena ketersediaan batu di dalam, apa namanya, tabukatin waroknya sendiri, itu hampir tidak ada.
Tidak ada batu, tidak ada gunung, jadi mereka biasa memanfaatkan pecahan-pecahan bomi ini sebagai bahan baku untuk bakar sagu zeb.
Ini dibakar sampai panas, kemudian setelah panas, itu biasa dipakai menimbul sagu-sagu yang untuk pembuatan sagu zeb.
Jadi, bontuk-bontuk interaksinya seperti itu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Ini namanya suku lokal yang ada di taman Nasional Lasur. Biasa disebut bomi.
Raya yang ada di dalamnya sendiri itu disebut biasa Musamus. Ada sekitar 3 lokasi penyebarannya, itu kalau di Indonesia ada di Meroke, di bagian Afrika dan Australia.
Tingginya itu bisa mencapai sekitar 3-5 meter, kalau kita lihat sendiri ini tingginya sudah 3 meter lebih.
Masyarakat setempat, ini menjadi lambang bagi sikap mereka. Kalau masyarakat ini punya tipe berburu, meramu dan bertamu.
Konsep untuk hubungan kekerabatan, itu disimbulasasi melalui hubungan kekerabatan seperti Raya ini.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
