Troll itu dianggap sudah legal, seakan-akan dilegal kan di masyarakat padahal undang-undang yang mengatur tentang pelarangan troll itu sudah ada dan itu tidak pernah dijalankan.
Seperti ayahnya dan ayahnya sebelumnya, Havisal itu seorang pesakit.
Dia hidup di Norsumatra dengan anak-anaknya.
Apabila dia mulai pesakit, dia dapat menyelamatkan cukup untuk membeli pesakit sendiri.
Tapi sekarang, dia menemukan hal yang susah untuk membantu keluarga dia,
sejauh-jauh-jauh terlalu susah untuk membantu keluarga dia, sejauh-jauh lebih-lebih-lebih trawler di lantai kota Indonesia.
Sekarang ini, yang paling menjepit itu persoalan ekonomi.
Bagaimana ekonomi sekarang ini, hasil tangkap menelayan semakin haris, semakin saja menyulikan.
Hasil tangkapnya pun sudah tidak memadai lagi dengan biaya operasional dan biaya kebutuhan hidup.
Yang itu berdampak pada kemiskinan nelayan.
Indonesia mempunyai area sejauh-jauh lebih besar di dunia dan lebih dari 17,000 pulau.
Ia di rumah menjadi 245 juta orang.
Anak-anak 50% dari populasi hidup di sejauh kota,
dan sejauh-jauh dari mereka, 60 juta orang, mendapatkan hidup mereka dari sejauh.
Dalam penghidupan, seluruh komunitas sangat berlisik untuk menjaga ketemu.
Kadang-kadang melakukan tidak, namanya orang-orang yang melayan.
Kadang-kadang tidak, kadang tidak.
Kadang-kadang jenis 20, kadang-kadang 5,000, kadang-kadang tidak.
itu lah kan, diusahakan, supaya anak kita bisa sekolah,
bisa itulah, biar deh sekolah terus.
Kalau dilihat dari kondisi masyarakat nulain tradisional yang sekarang ini kayak udah stress dengan kebijakan,
dengan kebijakan-kebijakan pemerintah itu sendiri, mereka sendiri pun akhirnya melakukan perusahaan-perusahaan juga.
Yang dulu yang mereka nulain tradisional, sekarang sudah melakukan operasional tro juga.
Trawlers drag weighted nets along the seabed, crushing, bearing,
and exposing anything in their paths, leaving a trail of devastation.
KAMU MENUKAN KAMU MENUKAN
Membakalan katanya, ceritanya, ada katanya mau ditutupi nih, mau salah sekarang ini.
Karena masyarakat kecil, nulain kecil pada keberatan, merusak nulain kecil.
Katanya memang betul, kalau kita pikirkan yang sampah-sampah apa aja masuk, tadi kita perhatian kan.
Rumah-rumah ikan katanya nggak tetap.
Trawling adalah metode yang paling tersanggung dan destruktif.
The trawl net traps everything, but two thirds of the catch is thrown away, dead or dying.
Aksi yang pernah kita lakukan di DPR itu udah.
Kemudian aksi yang ditingkat kabupaten itu sudah.
Kemudian dengan aparat-aparat Saat Paloda Ayrut itu juga udah.
Tapi semuanya tidak ada membawakan hasil.
Seperti frustrasi tergantung, masyarakat tergantung di antara trawling dan fisium,
menyebabkan masyarakat tergantung di kedua-duanya.
Selama 15 tahun di Norsumatra, lebih 200 orang dikatakan atau dibunuh.
Namun, kemungkinan bergantung untuk meningkat jika trawling itu tidak tergantung.
Gara-gara apa bapak meninggal, saya katakan.
Datang orang itu menjawabnya sudah disini jenajanya.
Anak katanya, itu dibunuh pukat trawl.
Saya melihat putunya saja.
Putu bapak, semua badannya kena bacoan.
Kuping bapak dipotong.
Di dalam dadanya, 3 bekas cucuan. Baru tangannya, bekas ikatan dan bekas bacoan.
Di punggungnya, 3 bekas bacoan.
Baru kakitnya, kakitnya patah sebelah.
Ketika hasil laut yang sudah rusak, sudah tidak ada, mereka harus bekerja apa?
Sedangkan mereka tidak punya pekerjaan lain selain melaut.
Setelah laut itu rusak, mungkin pemerintah lebih memperhatikan kondisi laut.
Mungkin begitu.
Untuk pemerintah Indonesia sekarang ini harus stop trawl.
Karena kalau tidak, trawl di stop, maka nelayan akan kehilangan mata pencarian
dan ikan tidak akan pernah didapat lagi.
Terima kasih.
